Press "Enter" to skip to content
BENAHI PENDIDIKAN: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat acara "Ngopi Bareng" di Hotel Quest Jumat (19/9) lalu. Foto: Ist.

Orang Tua Apresiasi Program Pendidikan Inklusif di Kota Semarang

SEMARANG – Upaya Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan pendidikan inklusif mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam acara Ngopi Bareng Stakeholder Pendidikan di Quest Hotel, Jumat (19/9), menegaskan bahwa pendidikan inklusif adalah hak yang harus dipenuhi pemerintah.

“Pendidikan inklusif memberi kesempatan yang sama kepada semua anak, termasuk yang istimewa, untuk mengembangkan bakat mereka,” jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa dalam penganggaran 2026, Pemkot akan mendukung kompetisi sesuai minat anak-anak. Baik olahraga, musik, maupun seni, semua akan difasilitasi.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari orang tua. Mereka menilai kehadiran program inklusif dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak mereka di sekolah umum.

Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Pramusinto, menegaskan seluruh sekolah di Semarang wajib membuka akses bagi anak berkebutuhan khusus sesuai Perwal No. 76 Tahun 2020.

Meski begitu, masih ada kendala terkait guru khusus dan fasilitas. Pemkot berjanji meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan serta perbaikan sarana sekolah.

Forum tersebut juga melibatkan DPRD, Dewan Pendidikan, PGRI, dan berbagai LSM yang mendukung gerakan pendidikan inklusif.

Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan stakeholder, Semarang diharapkan mampu mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif yang nyata.

Pendidikan inklusif di Semarang bukan hanya program, tetapi menjadi komitmen moral untuk memastikan setiap anak tumbuh setara.

Reporter: Ismu Puruhito

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.