SEMARANG — Di hadapan ratusan mahasiswa, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berbicara tentang esensi kepemimpinan dalam era modern. Acara ini berlangsung dalam Seminar Kepemimpinan dan Literasi 2025 yang digelar KPwBI Jawa Tengah, Jumat (3/10).
Agustina menekankan, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa harus memiliki visi jelas, integritas, dan keberanian mengelola konflik.
“Setengah persoalan seorang pemimpin selesai bila mampu mengelola konflik,” ujarnya.
Sebanyak 250 peserta yang hadir antusias menyimak paparan Agustina, termasuk mahasiswa UNNES, Muhammad Eka, yang bertanya soal menyeimbangkan visi pemimpin dengan harapan anggota.
Agustina menjawab dengan lugas: visi misi adalah janji yang harus ditepati, namun fleksibilitas dalam mengelola perbedaan adalah kunci.
Ia bahkan menegaskan pentingnya prinsip demokratis agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Selain kepemimpinan, Agustina menyoroti pentingnya literasi untuk mahasiswa.
“Membaca memberi pemahaman mendalam tentang kehidupan dan memperkuat karakter pemimpin,” katanya.
Ia berbagi kebiasaan membaca novel sejarah sebagai sarana memperkaya wawasan.
Agustina juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral.
Program dana operasional RT menjadi contoh nyata kepemimpinan yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa harus belajar dari praktik-praktik kebijakan partisipatif di tingkat kota.
Pesan ini sejalan dengan semangat membangun generasi emas Indonesia 2045.
Seminar ditutup dengan ajakan bagi mahasiswa untuk terus belajar, membaca, dan membangun integritas.
Reporter: Raffa Danish






Be First to Comment