Press "Enter" to skip to content
PEREMAJAAN: Pemkot Semarang berupaya keras mengatasi banjir di antaranya dengan terus memantau kondisi pompa. Foto: Ist.

Cegah Genangan Berulang, Pemkot Semarang Genjot Peremajaan Pompa dan Retensi Air

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi dengan mempercepat peremajaan pompa dan pengerukan kolam retensi. Langkah ini menjadi strategi utama dalam menghadapi potensi banjir akibat curah hujan ekstrem dan pasang air laut.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengatakan, sejumlah rumah pompa di kawasan timur kini dalam tahap modernisasi.
“Tiga dari enam unit pompa di Tenggang sudah beroperasi normal, sisanya segera menyusul. Targetnya, akhir 2025 semua siap berfungsi,” ungkapnya.

Pompa baru memiliki kapasitas 2.000 liter per detik per unit, menjadikannya lebih efisien dalam mendorong air ke laut. Hal serupa juga dilakukan di Rumah Pompa Sringin, di mana empat unit sudah diganti dan satu unit terakhir sedang dalam proses penyelesaian.

Pemkot juga menyiapkan pengerukan kolam retensi Muktiharjo agar daya tampung air tetap terjaga, terutama saat curah hujan meningkat.
“Sedimentasi bisa menurunkan kapasitas retensi, makanya perlu dikeruk secara berkala,” kata Suwarto.

Selain peremajaan pompa, program pemeliharaan saluran air dan drainase juga dilakukan serentak untuk memastikan tidak ada hambatan aliran di permukiman.

Di Waru dan Muktiharjo Kidul, dua rumah pompa lama kini sudah bisa dioperasikan sementara sembari menunggu unit baru datang.
“Fungsi sementara tetap berjalan agar warga terlindungi selama musim hujan,” tambahnya.

Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti yang meninjau lokasi pompa menyebut Semarang sebagai kota dengan keseriusan tinggi terhadap penanganan banjir.
“Kami melihat langsung bagaimana pemerintah daerah bekerja cepat dan terencana. Sistem pengendali airnya sudah menuju standar nasional,” ujarnya.

Menurutnya, sistem pengendalian air Semarang menjadi bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat kawasan pantura dari ancaman rob dan banjir.
“Kalau semua pompa berfungsi baik, air hujan maupun limpasan laut bisa dikendalikan lebih cepat,” tambah Diana.

Pemkot Semarang juga menyiapkan program edukasi masyarakat agar turut menjaga kebersihan drainase lingkungan. Langkah ini menjadi pelengkap upaya struktural yang sedang berjalan.

Dengan kombinasi antara pembangunan infrastruktur dan kesadaran publik, Semarang diharapkan bisa terbebas dari siklus banjir tahunan yang selama ini mengganggu aktivitas warga. (*)

Reporter: Ismu Puruhito

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.