Press "Enter" to skip to content
OPTIMISTIS: Melalui Sembiz 2025, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berharap ekonomi di Kota Semarang terus tumbuh. Foto: Ist.

Layanan Vasektomi di Semarang Meningkat, Pemkot Dorong KB Pria untuk Tekan Stunting

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus menguatkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai bagian dari strategi komprehensif menurunkan angka stunting. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB), berbagai inovasi dilakukan agar layanan KB semakin mudah dijangkau masyarakat.

Kepala Disdalduk KB Kota Semarang, Lilik Farida, menyampaikan bahwa capaian program KB tahun ini menunjukkan progres signifikan. Partisipasi masyarakat dalam program KB telah mencapai 77 persen dan didominasi penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang.

Menurutnya, penguatan layanan KB pasca salin menjadi prioritas utama. Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah kelahiran terlalu dekat yang berisiko meningkatkan kejadian stunting pada anak. Ia menjelaskan bahwa jarak kelahiran ideal memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan ibu dan bayi.

Lilik menambahkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai perencanaan keluarga terus meningkat. Generasi muda kini lebih selektif dalam menentukan waktu menikah, sebagian besar memilih menunda pernikahan untuk pendidikan atau karier.

Data Disdalduk KB menunjukkan tren penurunan pernikahan usia dini di bawah 19 tahun. Fenomena ini dianggap sebagai indikator positif perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam kesiapan berkeluarga.

Dalam upaya memperluas akses layanan, Disdalduk KB rutin turun ke lapangan. Setiap bulan dilakukan sekitar 20 kali pelayanan di 16 kecamatan, baik melalui mobil layanan MUYAN KB maupun posyandu dan puskesmas.

Layanan KB yang diberikan meliputi IUD, implan, MOW, hingga KB pria vasektomi yang semakin diminati. Lilik menyebutkan bahwa pada 2024 cakupan KB pria masih 46 persen, namun pada 2025 jumlah peserta vasektomi sudah menembus lebih dari 100 orang.

Peningkatan jumlah ini diyakini terjadi berkat kolaborasi dengan rumah sakit dan tenaga medis profesional. Pemkot Semarang menggandeng dokter spesialis urologi dan bedah untuk memastikan keamanan tindakan vasektomi.

Masyarakat disebut semakin percaya melakukan tindakan KB di fasilitas kesehatan yang memiliki standar layanan lebih tinggi. Lilik menilai hal ini menjadi bukti bahwa edukasi KB pria mulai diterima secara luas.

Untuk metode kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti IUD dan implan, peminatnya juga stabil. Bahkan, permintaan tindakan MOW atau sterilisasi permanen pada wanita ikut mengalami kenaikan.

Disdalduk KB menyediakan layanan penjemputan bagi warga yang kesulitan transportasi. Peserta diantar kembali ke rumah setelah tindakan selesai sehingga memberikan kenyamanan khususnya bagi keluarga dari daerah pinggiran.

Sebagai bentuk apresiasi pemerintah, peserta vasektomi menerima uang pengganti sebesar Rp1 juta. Mayoritas peserta berusia 33 tahun ke atas dengan minimal dua anak. Jika istri memiliki kondisi medis tertentu, vasektomi dapat dilakukan lebih awal.

Lilik berharap peningkatan KB pria dapat mendukung percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan bahwa pengaturan jarak kelahiran adalah fondasi lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Program KB yang terencana disebut sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia. Selain menjaga kesehatan ibu dan anak, langkah ini juga memperkuat ketahanan keluarga di Kota Semarang.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.