SEMARANG – Kota Semarang kembali menjadi sorotan nasional setelah meraih Penghargaan Kota Sehat kategori Wiwerda dalam ajang Swasti Saba dan STBM Award 2025. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan Kota Semarang telah berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan konsisten.
Penghargaan diumumkan melalui siaran langsung Kementerian Kesehatan RI, yang disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng. Dalam keterangannya, Agustina menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh pemangku kepentingan di Kota Semarang.
Ia menilai penghargaan ini menjadi tanda bahwa Semarang berhasil mengimplementasikan sembilan tatanan kota sehat, mulai dari penataan permukiman, transportasi, ruang publik, hingga pendidikan dan fasilitas kesehatan. Implementasi tersebut tidak hanya didukung oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat.
Tim penilai dari Kementerian Kesehatan melakukan verifikasi lapangan di sejumlah lokasi seperti kampung tangguh bencana, tempat pengolahan air minum, rumah gizi, sekolah, taman kota, bank sampah, hingga tempat kerja yang menerapkan standar lingkungan sehat. Kota Semarang dinilai memiliki kesiapan yang baik dalam aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan ketertiban.
Agustina menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja kolektif lintas sektor. Pemerintah kota melibatkan berbagai OPD, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan komunitas lokal untuk memastikan program kota sehat berjalan optimal di masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebut bahwa program STBM turut berkontribusi besar dalam pencapaian ini. Pembangunan sanitasi yang lebih baik, edukasi pola hidup bersih, dan penguatan kader kesehatan di tingkat kelurahan menjadi fondasi penting menuju kota sehat.
Selain itu, Pemkot Semarang juga memperkuat ruang publik ramah keluarga dan fasilitas sosial yang berbasis partisipasi masyarakat. Taman, pasar, dan sekolah kini mulai mengintegrasikan standar kesehatan yang lebih baik agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan sehat.
Penguatan edukasi publik juga menjadi perhatian penting Pemkot. Program rumah gizi hingga edukasi pola makan sehat menjadi bagian dari strategi mencegah masalah kesehatan masyarakat. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
Agustina menegaskan bahwa status Kota Sehat bukan sekadar gelar. Menurutnya, predikat tersebut menjadi komitmen jangka panjang yang harus dipertahankan. Ia mengajak seluruh masyarakat terus menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga sanitasi.
Ke depan, Pemkot Semarang berkomitmen memperluas inovasi, khususnya yang berbasis teknologi dan integrasi data. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan respons pemerintah dalam menghadapi persoalan kesehatan dan lingkungan.
Dengan penghargaan ini, Semarang semakin dipercaya sebagai kota yang memiliki komitmen kuat terhadap kesehatan lingkungan. Kota Semarang juga dipandang sebagai kota yang inklusif, siap berkembang, dan mampu membangun kualitas hidup warganya secara berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Agustina mengatakan bahwa kota sehat merupakan identitas kolektif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung setiap program pemerintah dalam menciptakan kota yang layak huni.
Reporter: Raffa Danish






Be First to Comment