SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan pentingnya gotong royong dalam mempercepat pemulihan warga terdampak banjir. Hal ini ia sampaikan saat meninjau sejumlah titik pengungsian di wilayah Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, pada Selasa (28/10) malam.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama beberapa kepala OPD yang turut menyalurkan bantuan logistik, makanan siap saji, dan kebutuhan dasar bagi pengungsi. Agustina juga memantau fasilitas dapur umum dan ruang istirahat warga di area kampus Universitas Semarang (USM).
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dan lembaga pendidikan yang telah membuka ruang bagi warga terdampak. “Inilah contoh nyata gotong royong warga Semarang. Semua turun tangan, tidak hanya pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, banjir harus dihadapi bersama dengan semangat kebersamaan. Pemerintah akan terus hadir untuk memastikan seluruh warga mendapatkan pelayanan terbaik.
“Tim kesehatan, logistik, dan sosial sudah disebar. Tidak boleh ada yang kekurangan,” tegasnya.
Agustina juga menuturkan, Pemkot Semarang terus berkoordinasi dengan lembaga pusat untuk melakukan intervensi rekayasa cuaca dan mempercepat surutnya air. “Kita butuh waktu jeda supaya wilayah ini bisa dibersihkan dan aktivitas kembali normal,” jelasnya.
Selain fokus pada penanganan darurat, Pemkot juga menyiapkan tahapan pemulihan pascabanjir, termasuk pembersihan lingkungan dan pemulihan fasilitas umum.
Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi instruksi petugas di lapangan. “Yang penting keselamatan dulu. Kalau butuh bantuan, jangan ragu lapor ke posko,” pesannya.
Agustina juga mengingatkan agar warga menjaga semangat dan tidak kehilangan optimisme. “Kita sudah sering menghadapi tantangan seperti ini. Yang penting saling bantu, saling jaga,” ujarnya.
Pemerintah Kota Semarang memastikan dukungan akan terus diberikan hingga seluruh warga bisa kembali ke rumah masing-masing.
“Pemkot bersama relawan tidak akan berhenti di sini. Kita akan terus dampingi warga sampai semuanya pulih,” pungkasnya.
Reporter: Raffa Danish






Be First to Comment