Press "Enter" to skip to content
HARMONI: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat berada di Ponpes Al Ishlah Mangkang, Sabtu (4/10). Foto: Ist.

Dari Pesantren untuk Kota: Wali Kota Semarang Dorong Sinergi Spirit Keagamaan dan Pemerintahan

SEMARANG – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berakhlak.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pengajian Majelis Dzikir dan Waosan Burdah Jagagawang Aswaja di Pondok Pesantren Al Ishlah, Mangkang Kulon, Sabtu (4/10).

Dalam kesempatan itu, Agustina menegaskan bahwa Pemkot tengah menyiapkan Raperda Pondok Pesantren sebagai payung hukum untuk memperkuat peran lembaga pendidikan Islam di Semarang.

“Pesantren adalah sumber nilai dan moralitas. Kita ingin menjadikannya mitra strategis dalam membangun karakter masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini pesantren telah berperan besar menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

“Dari pesantren lahir nilai keikhlasan, disiplin, dan cinta tanah air. Semua itu modal besar bagi kita untuk membangun Semarang yang lebih beradab,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Raperda ini tidak hanya untuk mendukung lembaga keagamaan, tetapi juga memperkuat tatanan sosial masyarakat.

“Jika pesantren maju, masyarakatnya juga akan berdaya. Ini tentang membangun manusia seutuhnya, bukan sekadar regulasi,” lanjutnya.

Agustina juga mengapresiasi Jagagawang Aswaja yang telah menjadi wadah dakwah dan literasi keislaman yang menyejukkan.

“Di era seperti ini, semangat moderasi beragama harus terus dijaga. Jagagawang Aswaja telah memberi contoh baik bagi generasi muda,” katanya.

Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, akan membuka ruang partisipasi publik dalam penyusunan perda agar kebijakan tersebut benar-benar mencerminkan aspirasi umat.

“Tidak ada kebijakan yang baik tanpa mendengar suara rakyat dan ulama,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat pesantren.

“Kita ingin pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembinaan generasi yang cinta bangsa,” tutup Agustina.

Reporter: Raffa Danish

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.