SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Diskominfo kembali menggelar Lapor Semarang Goes to School Volume II di SMP IT PAPB, Rabu (24/9). Program ini menjadi bagian dari strategi menuju kota cerdas (smart city) yang mengedepankan literasi digital sejak dini.
Data resmi mencatat, sepanjang 2025 Call Center 112 menerima 22.021 panggilan. Sayangnya, 8.496 di antaranya merupakan prank call atau ghost call. Jumlah ini setara dengan 38,58 persen total panggilan.
“Angka prank call ini cukup tinggi. Karena itu kita perlu membangun kesadaran masyarakat, terutama pelajar, agar tidak menyalahgunakan layanan darurat,” ujar Sub Koordinator Pengelolaan Aspirasi dan Informasi, Wulan Asih Setyarini.
Menurutnya, Call Center 112 hanya boleh digunakan untuk laporan darurat seperti kebakaran, kecelakaan, atau bencana. Sementara prank call justru menghambat layanan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
Selain Call Center 112, siswa juga diperkenalkan kanal Lapor Semar Solusi AWP dan SAVIRA. Kanal ini menjadi bagian dari sistem smart governance yang dirancang Pemkot Semarang.
Kepala SMP IT PAPB, Ramelan, menegaskan pentingnya pendidikan karakter digital di sekolah. “Saya berharap anak-anak bisa menyebarkan informasi positif dan memanfaatkan kanal resmi dengan bijak,” katanya.
Salah satu siswa, Fero, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya jadi tahu jalur resmi pelaporan, jadi tidak bingung kalau ada masalah,” ucapnya.
Acara ini menghadirkan narasumber dari PPID, Lapor Semar Solusi AWP, dan Command Center 112. Pelajar diajak langsung mencoba simulasi panggilan darurat.
Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi pelajar. Banyak yang baru menyadari bahwa prank call bisa berakibat fatal bagi nyawa seseorang.
Wulan menyatakan bahwa Pemkot akan terus melanjutkan program ini ke berbagai sekolah menengah atas dan komunitas. Edukasi digital menjadi bagian integral dari visi smart city Semarang.
“Semarang ingin membangun kota cerdas, tapi itu tidak bisa lepas dari literasi masyarakatnya. Karena itu edukasi ke sekolah sangat penting,” jelasnya.
Dengan strategi ini, Pemkot berharap angka prank call bisa ditekan dan layanan publik berjalan lebih efektif.
Reporter: Ismu Puruhito






Be First to Comment