MADIUN — Kota Semarang sukses menyabet empat penghargaan dalam ajang UI Green City Metric Awards 2025 yang digelar di Mercure Hotel Madiun, Kamis (2/10).
Empat kategori yang diraih adalah kota paling berkelanjutan ketiga secara nasional, juara pertama tata pamong, juara kedua energi dan perubahan iklim, serta juara kedua penataan ruang dan infrastruktur.
Penghargaan diterima oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kota Semarang, Mukhamad Khadik, mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng.
Agustina dalam keterangannya menyebut penghargaan ini menjadi pendorong bagi Semarang untuk terus berinovasi. “Kami akan memperkuat tata pamong yang transparan, mendorong pemanfaatan energi terbarukan, serta meningkatkan penataan ruang adaptif,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Pemkot Semarang juga tengah menyiapkan berbagai program berbasis mitigasi perubahan iklim, termasuk memperluas ruang terbuka hijau.
Safrizal, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, menilai prestasi Semarang adalah bukti bahwa inovasi tata kota mampu menjawab tantangan lingkungan global.
“Anugerah ini adalah pengakuan bahwa inovasi harus terus hidup di daerah. Tanpa terobosan, sulit mewujudkan kota hijau dan tangguh,” tegasnya.
UI Green City Metric Awards menjadi ajang pembuktian kota yang serius dalam pembangunan berkelanjutan.
Semarang mendapat nilai tinggi di bidang energi karena dinilai berhasil mengembangkan program hemat energi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Di bidang tata pamong, transparansi dan partisipasi publik menjadi poin penting yang mengantarkan Semarang meraih juara pertama.
Sementara di sektor penataan ruang, Semarang dinilai berhasil menjaga keseimbangan pembangunan dengan kelestarian lingkungan.
Pengamat tata kota menilai keberhasilan ini tidak lepas dari keberanian Semarang melakukan inovasi dalam pembangunan berkelanjutan.
Ke depan, penghargaan ini diharapkan semakin memacu Semarang untuk menjadi pionir inovasi tata kota di Indonesia.
Reporter: Ismu Puruhito






Be First to Comment