Press "Enter" to skip to content
Kunjungan Puan Maharani di Kampoeng Djadhoel: Wali Kota Agustina sebut kehadirannya beri energi positif bagi warga dan Kampung Batik.

Kampoeng Djadhoel Diproyeksi Jadi Ikon Budaya Nasional, Kunjungan Puan Maharani Dinilai Momentum Penting

SEMARANG — Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan ke Kampoeng Djadhoel di Kawasan Kampung Batik Rejomulyo, Sabtu (29/11), dan berbincang dengan warga serta jajaran Pemerintah Kota Semarang. Kunjungan itu dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan identitas budaya kawasan tersebut.

Didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, Puan melihat langsung aktivitas warga yang menjaga tradisi pembuatan batik, kuliner rumahan, dan kerajinan berbasis bahan lokal. Puan menilai kekayaan budaya tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan.

Dalam dialognya, Puan mengungkapkan ketertarikannya pada kuliner tradisional yang dijajakan warga. Ia mencermati proses pembuatan jajanan pasar dan berbicara dengan para pelaku UMKM lokal. Menurutnya, hal tersebut memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan ekonomi warga jika dikembangkan dengan baik.

Puan juga menyoroti vegetasi lokal dan bahan masakan yang digunakan warga. Ia mengatakan keaslian aroma bawang goreng dan masakan tradisional menjadi identitas yang tidak dimiliki kota-kota besar.

Agustina menyambut positif perhatian yang diberikan Puan. Menurutnya, kunjungan tersebut memberi energi baru bagi warga Kampoeng Djadhoel untuk menjaga kampung tetap hidup dan berkembang.

Untuk memperluas promosi, Agustina mengumumkan lomba konten bertema Kampoeng Djadhoel bagi warga Rejomulyo. Lomba itu diharapkan menjadi ruang kreativitas sekaligus alat promosi digital bagi kawasan tersebut.

Selain itu, Pemkot Semarang meminta perangkat wilayah mengawal penataan lingkungan agar kampung semakin menarik sebagai destinasi wisata budaya. Menurut Agustina, kawasan bersejarah harus dirawat agar tidak terkesan kumuh.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menilai kunjungan Puan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian batik Semarang. Ia menyebut bahwa kawasan tersebut sejak lama dikenal sebagai pusat perajin batik.

Iswar menjelaskan bahwa Pemkot Semarang melalui Disperkim tengah membangun rumah workshop sebagai pusat pelatihan dan regenerasi perajin batik. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan segera oleh warga.

Fasilitas yang dibangun tersebut dirancang untuk mengakomodasi pelatihan batik bagi generasi muda. Pemerintah berharap anak-anak muda semakin tertarik mengembangkan batik Semarang.

Kunjungan Puan juga menjadi sarana memperkenalkan Kampoeng Djadhoel secara nasional. Iswar menyatakan bahwa perhatian tokoh nasional akan mempercepat upaya pengembangan kampung sebagai destinasi budaya.

Pada akhir kunjungannya, Puan menyampaikan harapan agar Kampoeng Djadhoel terus dipromosikan dan dikembangkan secara konsisten. Ia yakin kawasan tersebut memiliki potensi menjadi ikon budaya nasional.

Pemkot Semarang berkomitmen meneruskan pembangunan dan pelestarian kawasan tersebut secara bertahap. Dengan dukungan masyarakat, Kampoeng Djadhoel diharapkan menjadi ruang hidup budaya yang semakin kuat.

Reporter: Ismu Puruhito

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.