SEMARANG – Tiga penghargaan ProKlim 2025 yang diraih Kota Semarang menjadi simbol keberhasilan kota dalam membangun ketangguhan lingkungan di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim. Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dalam acara nasional di Jakarta.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menerima Apresiasi Pembina ProKlim sebagai bentuk pengakuan atas pembinaan berkelanjutan terhadap komunitas kampung iklim. Dua wilayah binaan, RW 08 Sambiroto dan RW 01 Mangunsari, masing-masing meraih penghargaan kategori Lestari dan Utama.
Dalam keterangannya, Agustina mengapresiasi peran masyarakat yang telah terlibat aktif dalam menjaga lingkungan. Ia menilai bahwa keberhasilan ProKlim merupakan cerminan kekuatan modal sosial warga Kota Semarang.
Sementara itu, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Ia menjelaskan bahwa adaptasi iklim memerlukan kontribusi seluruh pihak, terutama komunitas. Menurutnya, kepala daerah yang mampu menggerakkan masyarakat menjadi figur strategis dalam agenda nasional ketahanan iklim.
RW 08 Sambiroto selama ini dikenal dengan komitmennya dalam konservasi air dan pengelolaan sampah. RW 01 Mangunsari juga konsisten mengembangkan ruang hijau, kampanye lingkungan, serta pengurangan risiko bencana.
Keberhasilan kampung iklim ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal dapat efektif meningkatkan ketahanan kota. Semarang terus memperluas cakupan kampung iklim sebagai strategi adaptasi jangka panjang.
Pada level kebijakan, Pemkot Semarang telah mengarahkan anggaran besar untuk lingkungan dalam APBD 2026. Fokus diarahkan pada pengendalian banjir, penataan drainase, dan peningkatan kualitas permukiman.
Agustina menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai bila lingkungan diperhatikan secara serius. Ia menargetkan peningkatan kualitas hidup warga melalui lingkungan yang lebih bersih dan aman.
Pemkot juga meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh program lingkungan berjalan efektif. Program edukasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan perubahan iklim.
Semarang juga tengah melakukan evaluasi berbagai infrastruktur hijau untuk mendukung pengurangan emisi dan memperkuat mitigasi bencana. Ruang-ruang publik revitalisasi diarahkan sebagai pusat edukasi lingkungan.
Dengan penghargaan ProKlim 2025 ini, Kota Semarang berharap mampu menjaga konsistensi dalam memperkuat ketahanan lingkungan. Pemerintah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi-aksi sederhana namun berdampak.
Agustina menyebut bahwa keberlanjutan membutuhkan komitmen jangka panjang dari pemerintah dan seluruh warga. Ia bertekad menjadikan Semarang sebagai kota yang semakin tangguh, hijau, dan ramah lingkungan.
Penghargaan ini menjadi dorongan bagi Kota Semarang dalam memperkuat program-program iklim dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak demi menjaga masa depan kota.
Reporter: Ismu Puruhito






Be First to Comment