SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi penanganan banjir melalui pemanfaatan kanal pengaduan publik Lapor Semar Solusi AWP.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan kampanye publik #Ngadudilaporsemar yang digelar di CFD Simpang Lima, Minggu (26/10), hasil kolaborasi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip.
Plt. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, menegaskan pentingnya kesadaran warga untuk aktif melapor. “Banjir tidak bisa diatasi hanya oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat agar laporan cepat masuk dan tindakan cepat dilakukan,” ujarnya.
Menurut Yudi, laporan warga selama ini menjadi sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan. “Misalnya laporan banjir di Kaligawe atau Muktiharjo langsung kami tindaklanjuti ke DPU dan BPBD,” katanya.
Dari data Oktober, tercatat 61 laporan banjir yang diproses melalui kanal Lapor Semar.
Kampanye #Ngadudilaporsemar di CFD dikemas dengan berbagai aktivitas kreatif seperti teater, musik akustik, dan orasi publik untuk menumbuhkan semangat partisipasi warga.
Selain menghibur, kegiatan ini berhasil memperkenalkan kanal pengaduan publik kepada ribuan pengunjung CFD.
Hasil survei setelah acara menunjukkan peningkatan kesadaran signifikan: 100 persen responden menganggap kegiatan ini bermanfaat, sementara 89,2 persen mengaku paham cara melapor melalui kanal Lapor Semar.
Peserta acara, Wita (46), mengatakan dirinya baru tahu tentang layanan tersebut. “Saya langsung lapor soal lampu jalan mati lewat WhatsApp Lapor Semar. Prosesnya cepat dan jelas,” ujarnya.
Dengan layanan berbasis digital ini, masyarakat dapat melaporkan berbagai masalah mulai dari banjir, sampah, hingga infrastruktur rusak hanya dengan ponsel.
Pemkot Semarang berharap partisipasi warga dapat memperkuat sistem tata kelola kota berbasis transparansi dan data.
“Lapor Semar adalah bentuk gotong royong digital antara pemerintah dan masyarakat,” kata Yudi.
Reporter: Ismu Puruhito




Be First to Comment