Press "Enter" to skip to content
BUTUH BANYAK DOKTER: Sekda Jateng Sumarno saat menghadiri Muswil AIPKI, Jumat (19/9). Foto: Ist.

Sekda Jateng Dorong Generasi Muda Masuk Fakultas Kedokteran

SEMARANG – Kekurangan 16 ribu dokter di Jawa Tengah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sekda Jateng, Sumarno, meminta Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) memperbanyak lulusan baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Dalam Musyawarah Wilayah AIPKI Wilayah IV, Sumarno mengatakan rasio dokter saat ini masih jauh dari standar WHO. “Idealnya ada 27.863 dokter, sementara kita baru punya 11.405 dokter. Ini berarti peluang untuk menjadi dokter masih sangat besar,” katanya.

Ia berharap AIPKI menyusun program promosi agar pelajar SMA tertarik masuk fakultas kedokteran. “Banyak yang sebenarnya punya kemampuan, tetapi takut karena biaya mahal. Stigma ini harus dihilangkan,” tambahnya.

Menurutnya, perluasan akses pendidikan kedokteran juga harus dibarengi beasiswa bagi calon dokter berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit pendidikan harus menjadi prioritas. “Pendidikan kedokteran butuh fasilitas rumah sakit. Sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting,” ujarnya.

Pemerintah pusat, lanjutnya, berencana membuka 158 prodi kedokteran baru sebagai bagian dari strategi Indonesia Sehat 2045.

Humas AIPKI, Tonang Dwi Ardyanto, menjelaskan peran asosiasi adalah menjaga kualitas pendidikan. “Kami pastikan penambahan jumlah fakultas tidak mengorbankan mutu lulusan,” katanya.

Selain membahas kekurangan tenaga dokter, forum juga menyoroti perlunya pemerataan distribusi dokter di daerah.

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan angka rasio dokter di Jawa Tengah dapat ditingkatkan sehingga pelayanan kesehatan semakin merata.

Reporter: Ismu Puruhito

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.