Press "Enter" to skip to content
Semarang: Wali Kota Agustina Wilujeng menerima penghargaan Harmony Award sebagai kota dengan kinerja kerukunan terbaik tingkat nasional.

Semarang Puncaki Harmony Award 2025, Komitmen Toleransi Diapresiasi Nasional

SEMARANG – Kota Semarang meraih prestasi nasional dengan menempati peringkat pertama kategori kinerja kerukunan pemerintah daerah dalam ajang Harmony Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada perwakilan Pemkot Semarang, Bambang Pramusinto, di Jakarta. Prestasi ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah kota dalam menjaga kehidupan sosial yang damai.

Wali Kota Agustina Wilujeng mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Ia mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat dan tokoh agama.

Ia menilai keberagaman yang dimiliki Kota Semarang menjadi modal sosial yang harus dirawat bersama. Agustina mengapresiasi FKUB yang selama ini menjadi garda depan merawat kerukunan.

Pemerintah kota dipuji karena konsisten mendorong dialog lintas agama, menjaga keterbukaan ruang publik, dan memastikan semua warga dapat menjalankan ibadah dengan aman.

Dalam proses penilaian, Semarang unggul dalam tiga dimensi utama: kinerja kolaborasi Pemda dan FKUB, kualitas program FKUB, dan hasil nyata kerukunan di lapangan.

FKUB Kota Semarang dinilai aktif menggelar dialog, mediasi kasus, dan memberikan sosialisasi di tingkat kelurahan untuk mencegah konflik sosial.

Menurut Agustina, penghargaan ini harus menjadi pendorong bagi pemerintah untuk terus memperkuat komunikasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa toleransi harus menjadi identitas bersama masyarakat Semarang.

Ia berharap warga dapat terus menjaga suasana kondusif yang memungkinkan pembangunan berjalan lancar tanpa gangguan sosial.

Harmony Award juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap kota-kota yang berhasil menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman agama dan budaya.

Masyarakat Semarang diharapkan dapat menjadikan penghargaan ini sebagai simbol komitmen untuk terus merawat harmoni.

Dengan prestasi ini, Semarang semakin dikenal sebagai kota inklusif yang aman bagi semua pemeluk agama dan budaya.

Reporter: Ismu Puruhito

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.