Press "Enter" to skip to content
UPAYA KERAS: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng terus berusaha mengendalikan banjir di Kota Semarang. Foto: Ist

Sinergi Antardaerah Tangani Banjir, Pemkot Semarang Tambah Pompa Berkapasitas Ribu Liter per Detik

Isi Berita:
SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menunjukkan semangat kolaboratif dalam penanganan banjir yang melanda wilayah timur kota. Wali Kota Agustina Wilujeng mengonfirmasi penambahan pompa air baru berkapasitas 1.000 liter per detik sebagai langkah percepatan penanganan genangan.

Menurutnya, sinergi dengan daerah lain seperti Kudus, Jepara, dan Pekalongan menjadi bukti kuatnya koordinasi regional dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. “Kami berterima kasih atas bantuan pompa dari beberapa daerah tetangga. Ini bentuk solidaritas yang luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Semarang tetap memiliki kemampuan mandiri dalam pengelolaan banjir. “Tambahan ini hanya memperkuat armada kita yang sudah ada. Kota ini punya sistem yang terus diperbarui,” tambahnya.

Agustina menyebut penambahan pompa akan membantu percepatan penurunan air di titik rawan genangan seperti Kaligawe, Genuk, dan Sawah Besar. “Kita terus pantau debit air dan buka tutup pintu saluran sesuai kondisi,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga membangun posko terpadu bersama TNI, Polri, dan relawan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. “Kita bergerak cepat, tidak menunggu surut baru bertindak,” tegasnya.

Sementara itu, Pemkot juga tengah menghitung dampak ekonomi akibat banjir yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Distribusi logistik tersendat dan sekolah banyak yang tutup.

“Banyak truk pengiriman barang tertahan, sementara anak-anak terpaksa belajar dari rumah. Ini kerugian sosial dan ekonomi yang tidak kecil,” kata Wali Kota.

Melalui kerja sama lintas instansi, Pemkot optimistis dapat menekan dampak jangka panjang dari bencana tersebut.

“Semarang tidak sendiri. Pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah tetangga turut bergerak membantu,” tambahnya.

Dengan penambahan pompa baru dan kerja sama lintas daerah, Agustina berharap proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. “Yang terpenting adalah keselamatan dan ketahanan warga,” pungkasnya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.